Beberapa Mudharat Belanja Online

By | November 4, 2016

onlineterpercaya.com-belanja online

Transaksi jual beli yang dilakukan secara online sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat Indonesia yang melek teknologi. Transaksi jual beli online merupakan jual beli yang dilakukan dengan mengandalkan jaringan internet, yang informasi mengenai sebuah produk yang diperjual belikan tersebut diperoleh dengan cara melihat gambar dan spesifikasi yang ditayangkan di sebuah situs jualan online. Banyak kemudahan yang ditawarkan jual beli dengan model tersebut. Di antaranya adalah: pembeli tidak harus jauh-jauh datang ke toko untuk membeli produk yang dibutuhkannya, ia cukup mencari toko online dan memesang barang tersebut, setelah membayar beaya transaksi, barang tersebut akan diantarkan ke alamat pembeli. Namun selain memberikan kemudahan dan manfaat utamanya bagi pembeli, transaksi jual beli secara online juga memiliki mudharat atau sisi negatif. Berikut ini beberapa mudharat atau sisi negatif dari belanja online menurut sebagian ulama.

Pembeli dan Penjual Tidak Bertatap Muka Secara Langsung

Dalam transaksi jual beli online, proses tawar menawar harga hingga proses terjadinya mufakat tidak dilakukan dengan bertatap muka langsung, melainkan hanya memanfaatkan teknologi. Bahkan tidak jarang, proses interaksi hanya dilakukan dengan cara saling mengirim pesan SMS. Hal tersebut tentu rentan menimbulkan salah paham di antara kedua belah pihak.

Pembeli Tidak Menyaksikan Barang yang Akan Dibelinya

Salah satu mudharat terbesar dari proses jual beli online adalah pembeli tidak dapat menyaksikan secara langsung barang yang akan dibelinya. Ketika melakukan belanja online, pembeli umumnya hanya mengandalkan informasi yang diberikan pihak penjual, baik dari spesifikasi hingga kondisi detail barang yang diperjual belikan tersebut. Hal ini tentu rentan akan terjadi penipuan jika barang yang ditampilkan di toko online baik dari segi foto dan ulasannya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dalam lumrahnya akad jual beli, pihak pembeli harus mengetahui secara pasti kondisi dan keadaan barang yang akan dibelinya. Jika tidak, maka proses jual beli tidak ubahnya seperti membeli kucing dalam karung.

Baca juga: Keuntungan Berbelanja di Hari Belanja Online Nasional

Pembeli Rentan Dikecewakan

Dalam proses jual beli online, pembeli akan rentan dikecewakan, baik oleh pihak pertama yaitu penjual, atau dikecewakan oleh pihak ketiga yaitu kurir atau orang yang bertugas mengantarkan barang hingga alamat si pembeli. Pihak pembeli tentu saja memiliki kesempatan untuk membohongi si pembeli, yaitu dengan mengirimkan barang yang tidak sesuai dengan pesanan demi meraup keuntungan yang besar. Di sisi lain, meski penjual sudah jujur dengan memberikan produk terbaiknya, pembeli tetap dapat berpotensi dikecewakan jika barang yang dipesannya sampai ke alamat dalam kondisi yang tidak sesuai dengan yang diinginkan, misalnya terjatuh dan pecah dalam proses pengiriman, barang rusak atau kadaluwarsa selama proses pengiriman, dan kemungkinan-kemungkinan mudharat lain yang disebabkan oleh pihak ketiga.

Meski memiliki banyak mudharat atau sisi negatif, namun proses belanja online tetap dapat sah secara hukum agama Islam sepanjang memenuhi syarat sah jual beli, yaitu adanya penjual, adanya pembeli, adanya barang yang diperjual belikan, dan adanya kesepakatan atau mufakat terkait harga yang dibebankan pada pembeli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *