Berita Terkini Aturan Membuat SIM C

By | February 13, 2017

Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan surat yang diberikan kepada seseorang yang memiliki kecakapan untuk mengemudikan kendaraan tertentu. SIM tersebut diberikan setelah seseorang lulus ujian yang dipersyaratkan, baik ujian tulis maupun ujian praktik. Tidak sekadar lulus ujian, masih banyak syarat dan kriteria lainnya yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin memiliki SIM. Tanpa SIM, maka pengemudi akan rentan kena tilang oleh Polisi yang melakukan razia atau operasi tertib lalu lintas. Salah satu jenis SIM yang dikeluarkan oleh Kepolisian adalah SIM-C. SIM ini dikeluarkan khusus untuk pengendara sepeda motor. Jika dahulu SIM-C dapat dipakai untuk semua jenis sepeda motor tidak peduli berapun CC atau kecepatannya, saat ini sudah ada peraturan terbaru mengenai SIM-C. Berikut ini akan dibahas mengenai berita terkini aturan SIM-C, mulai dari penggunaannya hingga cara/ syarat pembuatannya.

Aturan Terbaru SIM-C

Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan aturan baru mengenai SIM-C. Jika dahulu SIM-C dapat digunakan untuk semua jenis sepeda motor, berita terkini, SIM-C akan dibagi dengan beberapa pengelompokan sesuai dengan kecepatan atau kapasitas mesinnya. Berikut ini adalah pengelompokan SIM-C terbaru. Pertama, SIM C, untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin maksimal 250 CC. Kedua, SIM-C1, untuk pengendara sepeda motor dengan kapasitas mesin antara 250 CC-500 CC. Ketiga, SIM-C2, yaitu untuk pengendara sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 500 CC. Untuk mendapatkan SIM-C1 dan SIM-C2, syaratnya harus memiliki SIM-C terlebih dahulu.

Baca juga: Kiat Membedakan Situs Terpercaya dan Situs Berita Palsu

Aturan Baru Perpanjangan SIM

Selain membagi SIM-C menjadi tiga kategori, saat ini juga terdapat aturan terbaru tentang perpanjangan SIM. Jika dahulu pemegang SIM yang masa berlakunya habis tetap bisa melakukan perpanjangan SIM dengan memenuhi beberapa persyaratan, saat ini orang yang masa berlaku SIM-nya sudah habis dan terlambat melakukan perpanjangan harus membuat SIM baru, dengan kata lain tidak boleh memperpanjang, dan harus melalui tahapan membuat SIM dari awal lagi. Yaitu: melakukan tes kesehatan, melakukan foto, mengikuti ujian tulis mengenai pengetahuan lalu lintas, dan mengikuti ujian praktek mengemudi. Jadi, misalnya masa berlaku SIM seseorang habis pada 1 Juli, jika ia ingin memperpanjang SIMnya pada tanggal 2 Juli, Kepolisian tidak akan memproses perpanjangan tersebut, dan mewajibkan orang tersebut untuk membuat SIM baru.

Beaya Pembuatan SIM-C Terbaru

Selain menetapkan sejumlah perubahan aturan, Kepolisian juga menetapkan tarif terbaru mengenai pembuatan SIM. Berita terkini, untuk membuat SIM-C baru, dikenai tarif Rp. 100.000, tarif tersebut diluar beaya foto dan kesehatan. Sementara untuk perpanjangan SIM-C, dikenai tarif resmi Rp. 75.000, diluar beaya foto dan kesehatan. Tarif resmi yang terbaru tersebut, baik pembuatan SIM-C baru atau perpanjangan SIM terhitung turun atau lebih murah Rp. 25.000 dari aturan sebelumnya. Informasi terbaru mengenai perubahan tarif tersebut hendaknya dijadikan patokan bagi setiap orang agar tidak terkena korban pungutan liar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *