Ciri ciri Informasi Online yang Tidak Dapat Dipercaya

By | March 15, 2017

Seiring dengan semakin mudahnya masyarakat dalam mengakses informasi dengan media internet, berbagai situs berita online pun banyak bermunculan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat besar akan informasi dan berita terbaru. Semakin mudahnya seseorang dalam membuat situs website atau akun sosial media di internet membuat siapa saja dapat menyebarkan informasi, sehingga informasi di internet datang dari berbagai arah dan berbagai kalangan, dan kebenarannya menjadi simpang siur, sebab tidak sedikit informasi yang dibuat untuk kepentingan tertentu. Oleh sebab itu, para pengguna internet harus lebih bijak dalam membaca dan menyaring informasi di internet sehingga tidak terhasut oleh berita palsu yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Agar tidak terjebak pada berita palsu di internet, setiap pengguna internet harus mengenali ciri-ciri kabar atau informasi yang mengandung unsur kebohongan. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri informasi online yang tidak dapat dipercaya.

  1. Identitas Informan Tidak Jelas

Banyak sekali berita atau informasi online yang anonim bertebaran di internet. Anonim dalam artian tidak jelas siapa informan atau nara sumber berita tersebut, tidak jelas siapa media/ redaksi/ wartawan yang menyebarkan berita tersebut, dan tidak memenuhi kaidah jurnalistik 5W1H, sehingga konten dari informasi itu dibuat mengambang dan seringkali membuat pembaca penasaran. Berita yang tidak jelas sumber atau informannya adalah berita yang tidak dapat dipercaya.

  1. Hanya Didasarkan pada Asumsi dan Opini

Seringkali penulis berita di internet hanya berlandaskan pada asumsi dan opini, dengan kata lain si penulis berita tidak menulis berita tersebut berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan, melainkan tafsiran dan pendapat pribadinya mengenai sebuah peristiwa. Informasi yang dibenuhi dengan asumsi atau opini biasanya dipenuhi narasi yang sifatnya subjektif.

Baca juga: Ragam Situs Jual Beli Online Terpercaya

  1. Tidak Melakukan Verifikasi

Tidak hanya menulis sebuah berita yang didominasi oleh asumsi dan opini, seorang penulis berita di internet seringkali tidak melakukan verifikasi terhadap berita yang ditulisnya. Mereka menulis informasi yang diperoleh dari sumber kedua, bukan dari saksi kejadian atau orang yang berkaitan langsung dengan peristiwa yang ditulisnya. Berita yang tidak diverifikasi berpotensi menjadi berita yang salah sehingga menyesatkan pembaca.

  1. Tidak Menerapkan Prinsip Jurnalistik

Apapun media berita yang digunakan, baik media cetak maupun media online, harus menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik. Misalnya melakukan verifikasi, memenuhi kaidah 5W1H, tidak menghakimi, dan cover both sides, yaitu memberikan kesempatan terhadap kedua belah pihak (misalnya pelaku dengan korban) untuk sama-sama mengutarakan argumentasinya terhadap sebuah peristiwa yang berkaitan langsung dengan mereka.

Itulah beberapa ciri-ciri informasi atau berita online yang tidak dapat dipercaya. Jika ada informasi online yang tidak memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik tersebut, sebaiknya pembaca tidak langsung mempercayai berita yang dibacanya dan mencari informasi di media online lain yang lebih kredibel.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *