Informasi Terkini Vaksin Anak Wajib dan Tambahan

By | April 5, 2017

Pemberian imunisasi atau vaksin anak memiliki tujuan untuk memberi kekebalan pada anak agar terhindar dari beragam penyakit. Prinsip dari vaksin ini ialah dengan memasukkan kuman yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh yang bermafaat untuk menghalau penyakit. Informasi terkini tentang vaksin anak sendiri ada beragam jenisnya, ada yang berupa imunisasi wajib, dan ada pula yang merupakan imunisasi tambahan. Dan berikut ini adah jenis-jenis dari imunisasi tersebut:

baca juga: Informasi Terkini Tentang BPJS

  1. Imunisasi Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B berfungsi untuk mencegah virus Hepatitis B masuk ke dalam tubuh. Virus ini bisa merusak hati dan apabila tidak dicegah, virus ini dapat menyebabkan kanker hati. Oleh karena itu, bayi harus sedini mungkin, tepatnya beberapa jam setelah lahir sudah diberikan imunisasi ini.

  1. Imunisasi BCG

Pemberian imunisasi ini bertujuan untuk mencegah penyakit TBC (TBC Tulang, TBC Milier, dan TBC Otak). Imunisasi ini diberikan satu kali pada bayi ketika usia bayi masih 1 bulan atau sebelum 3 bulan. Jika sudah berumur lebih dari 3 bulan namun belum diberi imunisasi BCG, maka sebelum diberikan imunisasi harus diuji tuberkulin terlebih dahulu agar diketahui bayi sudah terpapar bakteri TBC ataukah belum, apabila hasil tes negaif, maka imunisasi baru dapat diberikan.

  1. Imunisasi DPT

Imunisasi diberikan untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, serta Tetanus. Imunisasi DPT diberikan ketika usia bayi lebih dari 6 minggu, DPT lanjutan diberikan saa bayi berusia 18 bulan serta 5 tahun.

  1. Imunisasi Polio

Berbeda dengan jenis vaksin lainnya yang pemberiannya dengan cara disuntik, maka untuk polio diberikan lewat oral atau mulut. Manfaat dari pemberian imunisasi polio ini adalah untuk mencegah penyakit polio yang bisa menjadi penyebab kecacatan atau kelumpuhan. Imunisasi ini diberikan 4 kali, ketika bayi lahir hingga usianya 6 bulan.

  1. Imunisasi Campak

Sebagaimana namanya, pemberian imunisasi ini adalah agar anak terhindar dari penyakit campak. Campak diberikan ketika bayi berusia 9 bulan, dan campak lanjutan diberikan saat anak berusia 2 tahun.

Selain 5 (lima) jenis imunisasi wajib di atas, menurut informasi terkini ada pula beberapa imunisasi tambahan untuk anak, yaitu imunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella) yang bermanfaat untuk melindungi tubuh anak dari virus campak, gondok, serta rubella.

Selanjutnya ada imunisasi Rotavirus untuk mencegah timbulnya diare akut serta dehidrasi bayi dan anak yang berusia di bawah 2 tahun. Kemudian ada pula imunisasi Pneumococcal Disease yang bermanfaat untuk memberikan perlindungan tubuh dari serangan bakteri penukokus. Ada pula imunisasi Hib atau Haemophilus Influenza Type B untuk mencegah penyakit meningitis. Selanjutnya ialah imunisasi Tifoid yang bisa menghindarkan anak dari demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan tifus.  Kemudian masih ada imunisasi Hepatitis A, Imunisasi Varicella, Imunisasi HPV, Imunisasi Influenza.

Itulah informasi terkini tentang vaksin anak. Memang banyak vaksin anak yang bisa diberikan untuk mencegah timbulnya penyakit, saat anak setelah divaksin biasanya ada yang mendapatkan efek samping berupa demam, tak perlu khawatir, karena hal tersebut wajar dan tak perlu dirisaukan, karena yang terpenting adalah anak bisa kebal dari beragam penyakit.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *