5 Cara Mengidentifikasi Berita Hoax di Internet

By | August 25, 2018

Akhir-akhir ini, di dunia maya marak beredar berita tidak benar atau hoax. Mirisnya, banyak warganet yang percaya begitu saja dengan informasi hoax tersebut. Padahal, tersebarnya berita hoax dapat membahayakan keutuhan bangsa. Oleh karena itu, penting untuk menyimak cara identifikasi berita tidak benar di internet berikut.

5 Cara Mengidentifikasi Berita Hoax di Internet

Cermati alamat situs

Cermatilah alamat URL situs yang dimaksud jika informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link. Informasi di dalamnya bisa dibilang meragukan jika bersumber dari situs yang belum terverifikasi institusi pers resmi (domain blog). Dewan Pers sendiri mencatat klaim portal berita di Indonesia sekitar 43.000 situs dan yang terverifikasi resmi tak sampai 300. Artinya setidaknya puluhan ribu situs perlu Anda waspadai berpotensi menyebarkan berita palsu.

Waspada judul provokatif

Umumnya berita hoax akan menggunakan kalimat sensasional yang provokatif sebagai judul. Tak sedikit yang langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Agar sesuai dengan persepsi yang dikehendaki pembuat hoax isi yang diambil dari berita media resmi diubah sedemikian rupa. Karena itu, sebaiknya cari referensi berita serupa dengan yang memakai judul provokatif dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya. Setidaknya hal ini bisa membawa pembaca pada kesimpulan yang lebih berimbang.

Cek keaslian foto

Tak jarang pembaca diprovokasi dengan editan foto. Kini, warganet bisa mengecek mengecek keaslian foto menggunakan mesin pencari Google. Caranya dengan drag-and-drop foto dari artikel ke kolom pencarian Google Images. Gambar-gambar serupa yang ada di internet akan ditampilkan sebagai hasil sehingga bisa dibandingkan.

Periksa fakta

Dari mana berita berasal? Siapa sumbernya? Sebaiknya jangan percaya begitu saja jika informasi diperoleh dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat dan perhatikan keberimbangan sumber berita. Pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh jika hanya ada satu sumber. Anda juga harus bisa membedakan berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini.

Ikut serta grup diskusi anti-hoax

Anda bisa menemukan fanpage dan grup diskusi anti hoax di beberapa media sosial seperti Facebook. Selain sebagai tempat bertanya kebenaran suatu informasi, grup-grup diskusi tersebut juga sekaligus bisa dijadikan media klarifikasi oleh orang lain. Fungsi grup tersebut seperti halnya crowdsourcing karena para anggota bisa berkontribusi atau memanfaatkan tenaga banyak orang.

Baca juga: Suka Baca Situs Berita? Pastikan Kenali Ciri Berita Fakta atau Hoax dengan Cara Ini!

Laporkan agar tak merugikan banyak orang

Laporkan berita hoax untuk mencegahnya lebih banyak merugikan orang dengan melaporkannya melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.

Gunakan fitur Report Status pada Facebook dan kategorikan informasi hoax pada kategori yang sesuai apakah hatespeech/harrasment/rude/threatening. Biasanya Facebook akan menghapus status tersebut jika ada banyak aduan dari netizen.

Pada Google bisa memanfaatkan fitur feedback. Sementara untuk melaporkan twit yang negatif di Twitter memiliki fitur Report Tweet, demikian juga dengan Instagram. Warganet juga dapat melayangkan email sebagai aduan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. Dan beberapa akun lain yang mendukung anti hoax.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *