Ciri-ciri Berita Hoax

Berita hoax merupakan berita bohong yang sengaja disebarkan oleh pihak tertentu untuk mengalihkan persepsi masyarakat terhadap pihak tertentu. Berita hoax biasanya bersifat menjatuhkan, dimana dibalik itu akan ada pihak yang diuntungkan. Di Indonesia sendiri merupakan salah satu ladang penyebaran berita hoax yang sangat menjamur. Dimana berita hoax biasanya disebarkan melalui media sosial sehingga akan memiliki banyak sasaran. Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Twitter merupakan media sosial yang saat ini dijadikan ladang untuk menyebarkan berita hoax oleh pihak-pihak tertentu.

Ciri-ciri Berita Hoax

Dalam hal ini tentu berita hoax akan sangat membahayakan, karena apabila terlalu banyak mengkonsumsi berita hoax, maka publik pun akan memiliki perpsepsi yang kurang obyektif terhadap suatu pihak. Berita hoax biasanya akan beredar sesuai dengan kondisi tertentu yang tujuannya adalah untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu dan menguntungkan salah satu pihak dibalik penyebaran berita hoax tersebut.

Sebenarnya pemerintah sendiri juga sudah menaruh perhatian dalam menangai penyebaran berita hoax ini, yaitu salah satunya dengan menjerat pelakunya dengan undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tantang informasi dan transaksi elektronik juncto. Selain itu ada juga undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Baca juga: 5 Cara Mengidentifikasi Berita Hoax di Internet

Selain pemerintah, sebagai pengguna media sosial tentu kita juga harus bijak dan tidak mudah terprovokasi dengan berita hoax, apalagi sampai ikut-ikutan menyebarkannya. Jangan sampai keadaan bangsa ini ricuh hanya karena semua pihak mudah terprovokasi dengan berita hoax. Nah untuk itu, sebelum Anda mempercayai sebuah berita, tentu Anda bisa melihat apakah benar berita fakta ataukah hoax. Nah setidak ada beberapa ciri-ciri berita hoax yang bisa Anda jadikan acuan yaitu:

  1. Berita hoax biasanya berasal dari sumber yang tidak jelas dan juga tidak ada pihak yang bisa dimintai klarifikasi atau tanggung jawab.
  2. Berita hoax biasanya sengaja dibuat untuk  menciptakan kecemasan, permusuhan, atau kebencian antar sesama anak bangsa.
  3. Yang lagi marak saat ini yaitu berita hoax yang memanfaatkan fanatisme atas nama agama, ideologi, dan juga suara rakyat.
  4. Biasanya diberikan judul dan juga pengantar yang cukup provokatif. Dan pada bagian isi, biasanya ditambah bumbu-bumbu provokasi.
  5. Pada bagian awal atau akhir berita, biasanya meminta untuk di share ataupun di viralkan.
  6. Pada umumnya berita terlihat tidak netral, menguntungkan pihak penyebar, dan menyerang salah satu pihak lain.
  7. Biasanya berita hoax sengaja dibuat menggunakan argumen dan juga data yang cukup teknis sehingga terlihat ilmiah dan seolah-olah begitu nyata.
  8. Berita-berita yang ditulis yang jelas yaitu menyebunyikan fakta yang sebenarnya dan memelintir pernyataan-pernyataan dari narasumber.
  9. Yang jelas, berita hoax berasal dari situs-situs yang tidak jelas atau situs abal-abal yang kurang terpercaya.

Nah itulah beberapa ciri-ciri berita hoax, cukup sekian semoga bermanfaat.

 

Cara Mencegah Beredarnya Berita Hoax di Sosial Media

Berita hoax merupakan berita bohong yang biasanya sering bertebaran di sosial media. Dimana sosial media yang awal mulanya adalah sebagai sarana untuk berkomunikasi, kini sepertinya telah dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk menjadi ladang untuk menyebarkan berita hoax. Hal ini tentunya sangat disayangkan karena berita hoax sendiri banyak memberikan dampak negatif. Nah apabila hal tersebut di biarkan, tentunya akakn di khawatirkan dapat membahayakan generasi-generasi bangsa.

Cara Mencegah Beredarnya Berita Hoax di Sosial Media

Berita hoax biasanya sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan untuk menggiring opini publik dengan menggunakan berita hoax. Dari adanya berita hoax, pastinya akan ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan. Oleh karena itu, pemerintah saat ini juga terus berusaha untuk menghentikan penyebaran berita hoax yang salah satunya adalah menjerat pelaku dengan undang-undang.

Undang-undang yang dapat menjerat berita hoax sepertinya merupakan langkah tegas dari pemerintah untuk mencegah berita hoax, sebab apabila pemerintah tidak bertindak tegas, maka penyebaran berita hoax akan sangat menjadi-jadi sehingga sangat membahayakan masyarakat. Selain upaya dari pemerintah, tentunya kita sendiri juga harus menjadi pengguna sosial media yang cerdas dan bijak. Dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bijak, tentunya kita juga harus selektif dalam mempercayai berita.

Kita harus cerdas dan mendeteksi apakah berita tersebut benar kenyataannya, atau hanya berita rekayasa yang sengaja disebarkan untuk menjatuhkan pihak tertentu. Dan yang paling penting, kita juga harus cerdas dalam berbagi berita. Jangan asal membagikan berita tanpa mendeteksi apakah berita tersebut fakta atau berita hoax. Dengan begitu, tentu Anda sendiri juga ikut berperan dalam mencegah beredarnya berita hoax. Nah selain itu, ada beberapa tips agar kita tidak terlibat dalam penyebaran berita hoax, diantaranya yaitu:

  • Berhati-hatilah dengan berita yang berjudul provokatif

Banyak sekali berita-berita hoax yang sengaja dibuat dengan judul yang sensasional. Misalnya di tahun politik ini, berita hoax biasanya diberi judul untuk menuding salah satu pihak tertentu. Meskipun isinya diambil dari berita media resmi, namun tentu ditambah bumbu-bumbu sehingga masyarakat memiliki persepsi lain yang tentunya sesuai dengan yang diinginkan penyebar berita hoax.

  • Perhatikan berita, apakah benar fakta atau opini belaka

Dalam hal ini, Anda dapat memperhatikan darimana berita tersebut berasal, apakah dari institusi resmi ataukah hanya dari sumber asal-asalan dan tidak jelas. Anda juga perlu mengamati berita yang beredar, apakah benar berita fakta yang memiliki kesaksian atau bukti, ataupun hanya berita opini yang merupakan pendapat dari seseorang tertentu saja.

Baca juga: Inilah 4 Cara Mengecek Keaslian Berita Hoax

  • Cermati situs penyebarnya

Menurut dewan pers, ada setidaknya 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita, namun yang terverifikasi kurang lebih hanya sekitar 300. Untuk itu tentunya banyak sekali situs-situs yang sepertinya menjadi ladang penyebaran berita hoax.

Nah itulah beberapa tips agar Anda tidak ikut-ikutan menjadi penyebar berita hoax. Semoga bermanfaat.

 

Inilah 4 Cara Mengecek Keaslian Berita Hoax

Saat ini semakin marak beredar berita hoax di media sosial. Sehingga para warganet harus cerdas memilah informasi mana yang termasuk kategori bohong atau asli. Karena menyebarnya informasi tidak benar dari berita hoax jelas mengancam masyarakat. Terlebih, banyak pengguna internet yang belum bisa memilah jenis informasi akurat dan yang hoax. Oleh karena itu, berikut disajikan tips khusus bagi Anda bagaimana membedakan berita asli atau hoax.

Inilah 4 Cara Mengecek Keaslian Berita Hoax

Elemen Berita Hoax

Pastikan berita yang Anda baca tidak memiliki kalimat-kalimat yang seolah persuasif, provokatif dan memaksa sehingga terasa janggal seperti: “Sebarkanlah!”, “Viralkanlah!”, dan sejenisnya. Informasi hoax juga disinyalir ada pada Artikel yang penuh huruf besar dan tanda seru. Biasanya berita hoax memanfaatkan isu-isu yang sedang tren seperti isu SARA, pemerintah dan lainnya.

Selain itu, artikel yang mengandung informasi hoax biasanya akan merujuk pada kejadian yang tidak jelas tanggal dan harinya sehingga hanya menggunakan istilah seperti kemarin, dua hari yang lalu, seminggu yang lalu dan sebagainya. Bahkan seringkali artikel hoax yang lebih berisi mengenai opini dari seseorang, bukan fakta.

Verifikasi Sumber

Anda bisa memastikan dan memverifikasi sumber serta konten berita dengan mencarinya di Google. Tambahkan kata hoax dibelakang keyword tema berita spesifik yang Anda gunakan. Biasanya, akan muncul artikel pembahasan terkait jika itu memang benar hoax. Kemungkinan besar berita yang bersumber dari media online yang belum terverifikasi Dewan Pers dapat berisi hoax. Masyarakat juga harus menelusuri kredibilitas sang penulis artikel, seperti mengecek bagaimana riwayat penulis dari berita tersebut.

Cek Gambar dan Cek dengan Aplikasi

Anda juga harus memastikan sumber dari foto yang diunggah pada artikel berita terkait. Jadi, Anda bisa mengecek kembali apakah foto tersebut asli atau tidak. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu memanfaatkan Google Images yang merupakan tool milik Google.

Awali dengan membuka laman Google Images. Nah, sekarang coba simpan foto dengan cara melakukan screenshot artikel berita hoax yang ingin Anda verifikasi. Lalu, sisipkan foto yang disimpan tersebut pada laman Google Images dengan cara drag foto tersebut ke kolom pencarian. Setelahnya, situs pertama yang mengunggah foto tersebut akan tampil pada hasil pencarian. Situs ini akan muncul pada posisi pencarian paling atas. Dari sini Anda bisa mengetahui siapa pihak yang pertama kali menyebarkan gambar tersebut. Cari tahu kredibilitas dari situs web yang menyebarkan gambar tadi.

Baca juga: Ciri-ciri Berita Hoax yang Perlu Anda Perhatikan

Cek dengan Aplikasi

Kini, juga telah tersedia aplikasi yang mengusung kemampuan menganalisis berita hoax. Aplikasi khusus tersebut bernama Hoax Analyzer. Aplikasi ini bisa menjadi alternatif bagi Anda untuk melakukan pengecekan ulang informasi yang diperoleh tanpa harus klarifikasi kepada pihak terkait berdasarkan berita yang ditampilkan.

 

5 Cara Mengidentifikasi Berita Hoax di Internet

Akhir-akhir ini, di dunia maya marak beredar berita tidak benar atau hoax. Mirisnya, banyak warganet yang percaya begitu saja dengan informasi hoax tersebut. Padahal, tersebarnya berita hoax dapat membahayakan keutuhan bangsa. Oleh karena itu, penting untuk menyimak cara identifikasi berita tidak benar di internet berikut.

5 Cara Mengidentifikasi Berita Hoax di Internet

Cermati alamat situs

Cermatilah alamat URL situs yang dimaksud jika informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link. Informasi di dalamnya bisa dibilang meragukan jika bersumber dari situs yang belum terverifikasi institusi pers resmi (domain blog). Dewan Pers sendiri mencatat klaim portal berita di Indonesia sekitar 43.000 situs dan yang terverifikasi resmi tak sampai 300. Artinya setidaknya puluhan ribu situs perlu Anda waspadai berpotensi menyebarkan berita palsu.

Waspada judul provokatif

Umumnya berita hoax akan menggunakan kalimat sensasional yang provokatif sebagai judul. Tak sedikit yang langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Agar sesuai dengan persepsi yang dikehendaki pembuat hoax isi yang diambil dari berita media resmi diubah sedemikian rupa. Karena itu, sebaiknya cari referensi berita serupa dengan yang memakai judul provokatif dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya. Setidaknya hal ini bisa membawa pembaca pada kesimpulan yang lebih berimbang.

Cek keaslian foto

Tak jarang pembaca diprovokasi dengan editan foto. Kini, warganet bisa mengecek mengecek keaslian foto menggunakan mesin pencari Google. Caranya dengan drag-and-drop foto dari artikel ke kolom pencarian Google Images. Gambar-gambar serupa yang ada di internet akan ditampilkan sebagai hasil sehingga bisa dibandingkan.

Periksa fakta

Dari mana berita berasal? Siapa sumbernya? Sebaiknya jangan percaya begitu saja jika informasi diperoleh dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat dan perhatikan keberimbangan sumber berita. Pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh jika hanya ada satu sumber. Anda juga harus bisa membedakan berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini.

Ikut serta grup diskusi anti-hoax

Anda bisa menemukan fanpage dan grup diskusi anti hoax di beberapa media sosial seperti Facebook. Selain sebagai tempat bertanya kebenaran suatu informasi, grup-grup diskusi tersebut juga sekaligus bisa dijadikan media klarifikasi oleh orang lain. Fungsi grup tersebut seperti halnya crowdsourcing karena para anggota bisa berkontribusi atau memanfaatkan tenaga banyak orang.

Baca juga: Suka Baca Situs Berita? Pastikan Kenali Ciri Berita Fakta atau Hoax dengan Cara Ini!

Laporkan agar tak merugikan banyak orang

Laporkan berita hoax untuk mencegahnya lebih banyak merugikan orang dengan melaporkannya melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.

Gunakan fitur Report Status pada Facebook dan kategorikan informasi hoax pada kategori yang sesuai apakah hatespeech/harrasment/rude/threatening. Biasanya Facebook akan menghapus status tersebut jika ada banyak aduan dari netizen.

Pada Google bisa memanfaatkan fitur feedback. Sementara untuk melaporkan twit yang negatif di Twitter memiliki fitur Report Tweet, demikian juga dengan Instagram. Warganet juga dapat melayangkan email sebagai aduan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. Dan beberapa akun lain yang mendukung anti hoax.

Akhir-akhir ini, masyarakat yang ada di negara Indonesia tengah digemparkan dengan adanya berita hoax atau berita palsu yang tidak sesuai dengan kenyataannya yang mengandung sara atau kebencian terhadap sesuatu, sehingga hal ini menjadikan para masyarakat sekitar yang masih minim terhadap pengetahuan mengenai kenyataan dari setiap berita yang beredar. Sedangkan pada berita palsu itu pun sering terjadi di jejaring internet.

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa sekarang ini sudah banyak para masyarakat yang menggunakan jaringan internet terlebih lagi dalam penggunaan media sosial yang semakin hari semakin mengalami peningkatan pada jumlah pemilik dan pengguna jaringan internet, sehingga sudah hal yang wajar bila banyak para masyarakat yang sangat mudah teracuni dan terpengaruhi oleh berita-berita palsu yang memang pada kenyataannya belum memiliki kejelasan pada kenyataannya, karena memang minimnya pengetahuan para pengguna internet mengenai kebenaran dari berita tersebut menimbulkan pemikiran yang negatif terhadap pelaku dari pembuat berita palsu tersebut.

Berikut ini adalah ciri-ciri dari berita hoax itu sendiri agar Anda tidak merasa tertipu lagi mengenai berita palsu yang dapat mencuci otak Anda, yaitu sebagai berikut ini:

Baca juga: Ini Dia Cara Mudah Membedakan Berita Hoax dengan Berita Fakta Agar Anda Tidak Salah Informasi

  1. Pada dasarnya berita palsu atau hoax akan ditandai dengan adanya uraian tulisan yang disertai dengan gambar maupun foto yang dapat menarik perhatian seluruh para masyarakat.
  2. Pada berita palsu atau hoax yang selalu beredar memiliki unsur untuk mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama dengan pembuat berita palsu, misalnya dengan menyebarkan berita tersebut kepada orang lain agar orang lain mengetahuinya.
  3. Isi dari berita palsu atau hoax tersebut menganjurkan atau mengajak para penerima berita agar membenci pada suatu kaum dengan cara meyakinkan para pembaca atau orang yang menerima berita palsu tersebut.
  4. Berita yang sebenarnya hanya biasa, maka dibuat seolah-olah menjadi suatu berita yang sangat luar biasa, sehingga membuat para penerima berita merasa penasaran.

Semakin banyaknya berita palsu yang saat ini sedang beredar di kalangan para masyarakat telah menyebabkan para masyarakat merasa resah dan merasa takut dengan kabar-kabar burung yang belum pasti kebenarannya, sehingga wajar saja bila para masyarakat merasa tidak nyaman dan tidak aman dalam menjalani kehidupannya untuk saat ini, sehingga agar Anda tidak menjadi penerima berita yang ditipu, maka jadilah pengguna internet yang pandai.

Dengan keresahan para masyarakat yang saat ini tengah banyak dirasakan, sehingga sudah kewajiban dari pihak yang berwajib dan pihak yang memiliki wewenang, untuk mulai melakukan tindakan lebih dalam lagi dan lebih ketat lagi dan hal ini pun juga memiliki tujuan agar para masyarakat tidak diresahkan lagi mengenai berita hoax yang akhir-akhir ini sedang booming diberbagai kalangan para masyarakat.

 

Saat ini pusat informasi yang ada seolah semuanya sudah bersumber dari internet. Ya, sejak kemunculannya, internet memang menjadi salah satu bagian dari kehidupan yang kini tidak bisa dipisahkan lagi. Kini internet banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mulai dari bekerja, jual beli, menyebar informasi dan masih banyak lagi. Namun beberapa waktu belakangan ini, para pengguna internet seolah sangat jenuh lantaran banyaknya berita hoax yang semakin memenuhi laman internet hingga media sosial.

Ya, berita yang menyebarkan provokasi kerap muncul dan para pembaca pun dengan mudahnya membagikan di laman media sosialnya tanpa tahu apakah berita tersebut benar atau salah. Hal ini tentu saja menjadikan banyak pro kontra yang terjadi sehingga menjadikan perpecahan yang tanpa henti. Pemerintah pun banyak melakukan tindakan tegas karena sudah memblokir beberapa situs dan akun media sosial yang menebar kebencian, namun seolah situs seperti itu tidak pernah ada habisnya. Untuk itulah butuh kesadaran penuh juga bagi para pengguna internet agar bisa menggunakannya secara cerdas agar tidak mudah masuk ke dalam jebakan provokasi yang berakhir ke perpecahan.

Lalu bagaimana untuk bisa membedakan berita hoax dan berita yang sesuai fakta? Berikut ini ulasannya:

Baca juga: Mengenal Kriteria Berita Online yang Mengandung Hoax

  • Cek URL

Pertama dan yang utama adalah mengecek URL. Instansi yang resmi tidak akan pernah memakai layanan dengan blog gratisan. Nama situs pun wajib untuk diperhatikan. Tak sedikit berita bohong yang memakai situs dengan nama yang mirip dengan situs aslinya. Untuk itu, jangan sampai Anda terkecoh lalu dengan mudah mengambil kesimpulan dari berita tersebut.

  • Selalu lakukan cross check

Melakukan pengecekan terkait sebuah informasi juga wajib untuk dilakukan. Anda bisa membandingkan berita yang Anda baca dengan berita yang ada di media nasional dan pemerintah. Dari situ akan muncul kesimpulan dimana berita itu benar adanya atau justru hanya menginginkan kehebohan dan viral saja. Jangan langsung terpancing emosi lalu karena berita seperti ini memang berusaha untuk menjadikan para pembaca menjadi terprovokasi.

  • Gunakan logika

Pengguna internet di Indonesia sendiri pada dasarnya masih tergolong belum cukup bisa untuk menelaah informasi secara bersih dan benar. Namun ada baiknya jika mulai saat ini Kita semua bisa berpikiran secara logis. Jika memang informasi kontroversial tersebut pun benar adanya, apakah ada manfaatnya jika Anda menyebarkannya, atau justru bisa membuat perpecahan?

Anda juga bisa membantu meminimalisir berita hoax yang tersiar di dunia maya dengan tidak sembarangan dalam menyebarkan informasi tersebut. Anda juga bisa melaporkannya ke situs pemerintah yang sudah tersedia jika memang benar adanya berita tersebut hanya menebar fitnah, kebencian dan berusaha untuk memecah persatuan.

Era internet adalah era yang menggembirakan. Sebab, pada era ini, mencari informasi menjadi pekerjaan yang begitu mudah. Hanya beberapa kali klik jari, semua berita langsung tersaji. Namun, jangan salah. Kemudahan ini bukan tanpa resiko. Karena, banyak punya berita yang disajikan juga bukan sebuah kebenaran. Alias berita bohong yang hanya bisa jadi kibul-kibul belaka.

Berita hoax ini berbahaya jika terlalu sering dikonsumsi. Karena seringkali justru menyesatkan pembaca. Berikut ini kami hadirkan beberapa tips untuk membedakan berita hoax dengan berita asli.

Baca juga: Hati-Hati Dengan Berita Hoax, Kenali Ciri-Cirinya

  • Melakukan riset

Pertama adalah melakukan riset berita. Riset itu penting untuk memastikan bahwa berita tersebut bukan berita hoax.

Riset berita ini adalah menyimak posisi berita tersebut. Biasanya, berita yang kebenarannya terkonfirmasi selalu disajikan oleh media media online arus utama. Banyak media yang mengabarkan berita tersebut. Dan itu merupakan jaminan.

Karena, media online arus utama memiliki kaidah jurnalisme yang cukup ketat. Sehingga berita hoax bisa dengan mudah tersaring.

Jika berita yang anda baca tersebut sepi dari pemberitaan. Maka, sudah selayaknya anda meragukannya. Karena bisa jadi berita tersebut adalah berita hoax.

  • Mengecek sumber

Langkah selanjutnya yang bisa lakukan ketika mendapatkan sebuah berita adalah mengecek sumber berita tersebut. Sebuah berita harus hadir dengan sumber yang kredibel. Jika tanpa jejak sumber, maka sudah bisa dipastikan itu berita yang meragukan.

Jika ada sumbernya, anda wajib melakukan cover both side atau mengecek sumber. Ini adalah salah satu langkah penting untuk mengkonfirmasi kebenaran sebuah berita.

Pastikan berita yang anda dapatkan juga bukan dari sumber berita yang tidak bisa dipercaya. Sumber berita haruslah hadir dari media arus utama juga.

Ini penting karena akan menentukan kebenaran tersebut.

  • Menyimak Tata Bahasa

Anda juga harus pandai dalam meneliti tata bahasa. Inilah cara termudah untuk membedakan berita hoax. Berita hoax biasanya selalu hadir dalam bentuk tata bahasa yang buruk atau bahkan hancur. Biasanya, ada penggunaan huruf besar dan huruf kecil yang tidak sesuai. Atau bahkan dalam penggunaan spasi.

Tata bahasa yang baik, biasanya menyakinkan. Dan tata bahasa yang buruk sebaliknya, selalu meragukan. Ini indikasi dari berita hoax.

  • Bila mengandung provokasi, sebaiknya abaikan

Langkah termudah selanjutnya adalah meneliti kecenderungan. Jika berita tersebut cenderung berisi ujaran provokasi. Maka, abaikanlah. Karena sudah pasti itu berita buruk. Jika pun bukan hoax atau pun mengandung kebenaran, berita jenis ini sudah selayaknya tidak dikonsumsi.

  • Berita hoax Tidak Masuk Akal

Dan tanda bahwa berita itu adalah berita hoax adalah berita itu tidak masuk akal. Misal, ada berita yang menuduh si A sebagai kafir. Atau berita tentang diserangnya bumi oleh Alien, maka sudah jelas ada yang salah dengan logika berita ini.

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar atau membaca berita hoax yang tumbuh subur. Beragam isu dimunculkan oleh para penyebar kebencian. Namun sayangnya masih banyak pengguna internet yang belum bisa membedakan mana berita yang asli atau yang palsu alias hoax. Itu sebabnya banyak orang yang terprofokasi dengan berita-berita yang sebenarnya tidak jelas kebenarannya.

Informasi yang tepat dan tidak benar bisa berakibat sangat fatal. Oleh sebab itu sebagai pengguna internet sudah seharusnya tidak mudah percaya dan perlu bijak dalam menyikapi berbagai berita yang muncul yaitu dengan meseleksi dengan ketat pemberitaan yang ada.

Berikut ini beberapa ciri-ciri yang harus Anda ketahui untuk mengetahui berita yang dikategorikan berita hoax atau berita sampah agar terhindar dari provokasi yang dapat memecah belah berbagai pihak dan memperkeruh keadaan.

Judul Provokatif

Biasanya para penulis berita sampah akan menggunakan berita yang provokatif untuk menarik minat para pembaca. Biasanya mereka hanya mencatut dari sumber yang ada namun isinya kemudian dirubah untuk mengaburkan persepsi. Bahkan lebih dari itu biasanya dibuat untuk mengaburkan pemikiran pembaca dan memutarbalikkan fakta kebenaran. jadi sebaiknya carilah berita dari situs web yang terpercayad an rsmi.

Periksa Alamat Situs Berita

Sekarang ini banyak sekali situs yang beredar yang belum tercatat sebagai angota institusi pers. Tapi ada banyak juga situs yang belum tercatat namun bisa dipercaya. Jadi ada baiknya mencari portal berita yang menyampaikan beritanya secara netral dan objektif.

Bandingan Berita Dengan Fakta

Berita mengenai suatu fenoma pasti selalu ada faktanya, baik dari situs resmi maupun tidak resmi. Yang terpenting adalah bandingkan terlebih dulu setiap beritanya. Tentunya sebagai pembaca cerdas, dituntut untuk menggali lebih banyak informasi yang berhubungan dengan berita yang dicari. Fakta dilapangan bisa menjadi acuan untuk menilai kebenaran berita.

Periksa Keaslian Fotonya

Dengan kemudahan teknologi membuat para penyebar berita kebohongan dan kebencian memanipulasi. Tidak hanya tulisannya saja, ada juga dari foto yang digunakan untuk mendukung tulisan. Ada kalanya para pembuat berita membuat foto yang membuat orang yang melihatnya terprovokasi.

Sebaiknya cek keaslian foto dengan menggunakan Google bisa dengan drag and drop ke kolom pencarian Image. Dengan cara ini memudahkan untuk membandingkan berbagai gambar apakah gambar tersebut hasil editan atau tidak.

Demikianlah informasi mengenai cara mengetahui mana berita yang bisa dipercaya atau tidak. Dengan mengetahui ciri-ciri berita hoax bisa mencegah kita terprovokasi mengenai isu yang membahayakan. Semoga artikel ini dapat menambah informasi dan bermanfaat. Jangan sampai kita terjerat dan membagikan berita hoax yang bisa memecah belah berbagai pihak. Karena tujuan penyebar hoax adalah menebar kebencian dan mengadu domba.

Berita hoax adalah berita bohong yang sangat menyesatkan dan sumbernya sangat tidak jelas. Akhir-akhir ini, persebaran berita hoax begitu sangat menyesatkan. Bahkan ada berita hoax yang yang benar-benar bisa memicu konflik di antara masyarakat kita. Maka, tak mengherankan bila pemerintah pun sampai turun tangan untuk ikut memberantas berita hoax. Sampai pemerintah ikut membentuk aliansi khusus untuk ini.

Namun, sebenarnya berita hoax juga bisa dengan mudah diberantas oleh masyarakat umum. Salah satu caranya ialah dengan mengenali ciri-ciri berita hoax. Dengan cara ini, maka kita tak lantas dengan mudah terprovokasi dengan berita hoax, apalagi sampai menyebarkannya. Berikut ini adalah beberapa ciri untuk mengenali berita hoax.

Baca juga: Tips Membedakan Berita hoax dan Berita Asli

  • Tidak menyertakan link sumber terpercaya

Berita hoax sangatlah muda dikenali dengan cara ini. Biasanya berita hoax sama sekali tidak dibekali dengan link sumber. Inilah indikasi bahwa berita ini adalah berita hoax. Isinya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Maka jika anda menemukan berita dengan jenis ini, maka untuk sebaiknya jangan menyebarkannya. Karena tentu saja itu sama sekali tidak berfaedah atau malah justru akan menimbulkan masalah.

  • Link Sumber Palsu Tanpa Laman Landas

Nah, anda juga tidak boleh gegabah dalam mengkonsumsi berita yang juga memiliki sumber link. Karena, itu juga bukan jaminan bahwa berita itu bukan berita hoax. Coba telusuri terlebih dahulu laman link tersebut. Jika linknya tanpa laman landas alias laman palsu, maka link tersebut juga bisa identifikasi sebagai laman palsu.

  • Memaksa untuk menyebarkan

Ciri yang paling kentara dari sebuah berita hoax adalah seruan untuk menyebarkan berita tersebut. Sebarkanlah sebanyak-banyaknya, begitulah biasanya yang sering diserukan. Bahkan beberapa ada yang memakai kalimat bernada ancaman dan menakut-nakuti. Seperti bila anda tidak menyebarkan berita ini maka anda akan bla bla bla. Maka sebaiknya anda pun tidak terhasut untuk menyebarkannya.

  • Tidak masuk akal

Berita hoax juga sangat mudah diidentifikasi dari alur logikannya. Biasanya logika berita hoax sungguh tidak masuk akal. Menyalahi aturan-aturan logika baku. Bahkan, dalam bentuk paling ekstrem, berita hoax terkesan mengada-ada. Inilah salah satu bagian yang paling bisa di identifikasi. Misalnya, berita hoax tentang serangan alien atau semacamnya. Jadi, sebaiknya anda juga memakai logika yang lurus bisa ingin membaca sebuah berita. Agar anda tak terjerumus dalam kubangan berita hoax.

  • Tidak merespon pertanyaan

Tidak merespon pertanyaan. Itu juga adalah ciri dari berita hoax. Biasanya berita hoax sama sekali tidak memberit ruang bagi sebuah pertanyaan. Bahkan terkesan menutupi. Maka, anda juga patut meragukannya.

Berikut tadi adlah beberapa ciri berita hoax. Dengan beberapa ciri tersebut maka anda akan dengan mudah mengidentifikasi kebenaran dari sebuah berita.

Berita hoax kini menjadi wabah dimana-mana. Padahal, sebenarnya berita hoax bukanlah hal baru lagi. Jauh hari sebelum jagad internet berjaya seperti era ini, bcaerita hoax sudah ada terlebih dahulu. Berita hoax sebenarnya adalah nama lain dari kabar burung. Berita hoax kini menjadi wabah karena semakin mudah untuk disebarkan. Pada mulanya, berita hoax dianggap biasa saja. Namun, semakin kesini efek berita hoax sangat mengerikan. Maka, tidak heran bila pemerintah mencanangkan perang terhadap berita hoax. Berikut ini adalah tips membedakan berita hoax dengan berita asli.

Baca juga: Menelaah Berita Terkini

  • Crosschek dengan sumber berita yang kredibel

Pertama-tama untuk mengantisipasi dan meneliti berita hoax, tentu saja dengan melakukan crosscheck dari sumber terkait yang kredibel. Ini adalah langkah utama dan pertama yang bisa ditempuh. Jangan terlalu mudah membagikan berita, jika anda belum melakukan langkah ini. Selain itu, pastikan anda juga menelitinya dari sumber-sumber berita yang kredibel dan terpercaya. Jangan mengambil informasi dari situs-situs yang bukan media umum, atau bahkan blog pribadi.

  • Googling terlebih dahulu

Terkait meneliti berita hoax, anda bisa melakukan googling terlebih dahulu. Carilah kepastian berita itu dengan menuliskan kata kunci yang terkait dengan berita tersebut. Carilah informasi dari beberap tautan. Jangan melulu hanya dari satu tautan. Anda juga bisa memanfaatkan fitur google image untuk meneliti berita hoax yang berbentuk gambar. Cara ini cukup ampuh. Terbukti dari beredarnya hoax tentang korban-korban perang. Anda cukup memasukkan foto-foto yang ingin anda pastikan itu ke google image.

  • Hoax biasanya selalu minta disebarkan dengan pesan beruntun

Cara untuk meneliti hoax sebenarnya cukup mudah dibedakan. Berita hoax biasanya selalu memiliki siklus pesan berantai.

  • Waspada dengan photoshop

Langkah selanjutnya adalah cara memastikan gambar berita hoax. Anda pasti tahu bahwa berita hoax sangat mudah dibedakan. Itu terlihat dari ciri-ciri gambarnya. Anda tentu bisa dengan mudah membedakan gambar asli dan gambar hasil photoshop. Biasanya, dengan bentuk porporsi tertentu. Seperti kepala yang lebih besar ketimbang tubuh dan lain sebagainya.

  • Hoax biasanya tidak masuk akal

Ciri berita hoax yang paling kentara adalah berita hoax biasanya sangatlah tidak masuk akal atau mengada-ngada. Misalnya, ayo cepat sebarkan berita ini sebelum bumi diserang oleh alien. Berita ini tentu saja berita hoax. Karena, mana mungkin ada alien yang tiba-tiba menyerang tanpa tanda-tanda khusus. Atau pesan berita hoax yang biasanya menyebar di pesan broadcast bbm. Biasanya berita hoax itu menyuruh menyebarkan pesan itu agar bbm anda tetap dalam keadaan baik dan tidak error. Jika tidak menyebarkan, hape atau bbm anda akan rusak. Dan sebagainya.

Berikut tadi adalah beberapa cara untuk menelisik berita hoax. Semoga bermanfaat dan tetaplah waspada dengan berita hoax.